Disinilah Pelampiasan Hasrat Gitaris NTRL

0
1319

Setiap musisi, punya sisi liar yang terkadang harus direalisasikan demi hasrat bermusiknya. Entah itu sekarang atau nanti. Namun berkat Sunyotok, sisi liar dalam bermusik gitaris NTRL ini akhirnya bisa terlampiaskan.

Tepat pada tanggal 22 Juli 2016 lalu, Christopher Bollemeyer atau akrab disapa Coki, gitaris yang ngehits bersama grup rock NTRL (dulu bernama Netral), akhirnya meluncurkan sebuah album instrumental beraroma fusion jazz dengan judul Sunyotok by Coky Bollemeyer dan melepas sebuah single berjudul Negative.

Proyek idealis yang udah ketunda sejak 14 tahun silam, pasca doi balik dari Amrik menuntut ilmu di Musician Institute akhirnya terangkum. Dan dihadapan puluhan media, sekitar 5 trek hasil rekaman lagu itu diperdengarkan di Soemaker Studios, Cikini, Jakarta.

“Waktu balik dari Amrik, pingin langsung bikin sebenernya. Maklum, masih seger, jiwa muda, jadi mo langsung eksperimen aja. Cuma sepertinya waktu, tempat sumber daya, mood dan fulus-nya belum memadai. Jadi hasrat itu ditunda dulu,” ungkap mantan gitaris Drama, Basejam dan Deadsquad ini.

Menurutnya, proyek ambisius ini juga disebabkan karena keinginan kuatnya punya karya yang lebih personal. Hal ini pun gak lepas dari pengaruh sosok-sosok gitar hero tanah air dan musisi internasional.  Ditambah musik era musik yang kian beragam, alhasil Sunyotok punya alasan kuat untuk dilahirkan.

Dan menariknya, dengan konsep yang idealis, Coki gak gentar kalo proyek ini dibilang hanya bakal dinikmati segelintir orang aja.

“Gue senang kalo album ini akhirnya terealisasi sekarang. Ada rasa bahwa waktunya pas, referensi gue udah cukup, dan perkembangan musik sekarang kian beragam. Sepertinya makin menarik genre yang ada di industri musik,” tutur pria berjanggut ini.

Sekedar informasi nih bahwa untuk menghadirkan band yang digawangi oleh Coki (gitar), Jerry (bas), Ogie (synth) dan Agung (drum) ini, ada campur tangan musisi jazz Idang Rasjidi sewaktu Coki membentangkan musik fusion.

Selain itu ada keterlibatan sang drumer awal, Mario Obedh L Gaol yang udah berpulang belum lama ini, ketika Sunyotok akan merilis album ini. Lalu ada Ariya Prayogi  seorang musik komposer yang dikenal dalam mengisi scoring untuk film The Raid. Serta Harmoko Aguswan sebagai sound designer.

Lantas dari mana nama Sunyotok ini muncul? Kabarnya nama ini terinspirasi dari Gatot Sunyoto, legenda ventriloquist Indonesia.

“Gue pingin punya band yang Indonesia banget. Nah, gue anggap Sunyotok mewakili itu dari namanya. Dari musiknya, kita bermain di wilayah fusion jazz yang sesekali memasukan unsur-unsur suara tradisional seperti angklung di lagu Rainy Season. Kemudian, secara penampilan sejauh kita selalu berbatik ria. Overall, gue sening disini. Main bisa organik, eksplorasi selalu ada disini,” tutup gitaris yang juga tergabung di band punk, Blackteeth ini. ([email protected] / foto:@jodieocto)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.